Pengecualian

Kami berusaha untuk memverifikasi semua informasi dalam IslamicFInder.org Jika Kamu menemukan konten yang tidak pantas (atau tautan yang mengarah pada konten yang tidak patut), maka silakan  hubungi kami.

LOKASI

Silahkan masukkan nama lokasi saat ini
Silahkan masukkan nilai garis lintang dan garis bujur yang benar
Silahkan pilih zona waktu
Silahkan pilih tanggal mulai penghematan cahaya siang (waktu musim panas)
Silahkan pilih tanggal selesai penghematan cahaya siang (waktu musim panas)
PERHITUNGAN SHOLAT

untuk pengalaman yang lebih cepat dan update harian.

×

untuk pengalaman yang lebih cepat dan update harian.

×

Ramadhan 2020

Ramadhan 2020

KAPANKAH RAMADHAN 2020:

Ramadhan 2020 diperkirakan akan dimulai pada hari Jumat, 24 April, 2020 (mengacu ke Arab Saudi) dan akan berakhir pada hari Sabtu, 23 Mei 2020. Idul Fitri 2020 diperkirakan akan dirayakan pada hari Minggu 24 Mei 2020. Ini adalah tanggal tentative, karena tanggal mulainya Ramadhan 2020 yang sebenarnya bergantung pada hasil pengamatan bulan.

Lihat Kalender Ramadhan 2020




Ramadhan adalah bulan ke-9 dalam Kalender Islam / Kalender HijriahPanjang Bulan bervariasi antara 29 dan 30 hari tergantung pada penampakan Bulan Syawal yang mengarah ke perayaan Islam, Idul Fitri, yang sangat ditunggu pada tanggal 1 Syawal. Ramadhan adalah salah satu dari Lima Rukun Islam dan selama bulan suci ini, Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad (SAW). Kata 'Ramadhan' diserap dari bahasa Arab 'Ramad / Ramida' yang berarti panas terik atau kekeringan. Jadi kata Ramadhan berarti pantang makan apa pun dan minum air dari fajar hingga senja. 


BERPUASA MERUPAKAN KEWAJIBAN SELAMA RAMADHAN:


Jutaan muslim di seluruh dunia melaksanakan puasa sejak subuh hingga petang selama bulan Ramadhan karena bulan ini adalah bulan paling suci bagi seluruh umat Islam.


Kata Puasa memiliki kata yang berbeda-beda dalam berbagai bahasa di seluruh dunia. Kata ini dikenal sebagai ‘Rápido‘ dalam bahasa Spanyol, ‘Jeûne’ dalam bahasa Perancis, ‘Perhiz’ dalam bahasa Turki, صوم / صيام ‘dalam bahasa Arab dan‘ Puasa ’dalam bahasa Indonesia dan Melayu. Kata ‘Sawm / Siyam’ (صوم / صيام) berarti berpantang atau menahan diri dari sesuatu. Ini berarti menahan diri dari makanan, minuman, hubungan seksual dan semua yang membatalkan puasa, dengan niat hanya untuk melaksanakan kewajiban kepada Allah. Siapa pun yang mengingkari kewajiban puasa selama bulan Ramadhan ini, tidak dianggap lagi sebagai muslim.


Makanan yang dimakan sebelum dimulainya Subuh dikenal sebagai 'Sahur', dan yang dimakan setelah matahari terbenam (shalat Magrib) dikenal sebagai 'Iftar'. 

(Klik Disini untuk Doa Iftar)


Puasa mulai diwajibkan selama bulan Ramadhan bagi semua muslim dewasa pada tahun kedua hijriah (migrasi umat muslim dari Mekah ke Madinah). Seperti yang dikatakan oleh Allah SWT dalam Quran:

“Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

(Surat Al-Baqarah: 2:183)


SIAPA YANG DIBEBASKAN DARI KEWAJIBAN BERPUASA:

Meskipun berpuasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, Allah memaafkan dan mengecualikan orang-orang tertentu dari kewajiban puasa jika mereka tidak dapat puasa selama bulan Ramadhan karena alasan tertentu. Dalam Surat Al-Baqarah (2: 185), Allah dengan jelas menyebutkan bahwa orang sakit dan pengelana dibebaskan dari puasa selama bulan Ramadhan. Namun, diterangkan dalam ayat ini, juga menurut banyak cendikiawan, orang-orang berikut ini juga dibebaskan dari puasa:

1- Orang sakit secara fisik maupun mental.

2- Orang yang sedang dalam perjalanan.

3- Wanita selama menstruasi.

4- Wanita yang sedang hamil atau menyusui.

5- Orang lanjut usia (jika puasa akan semakin memperburuk kesehatan mereka).

6- Anak yang belum mencapai pubertas.


Faktor Umum yang Membatalkan Puasa:

Berikut ini adalah beberapa faktor umum yang membatalkan puasa seseorang:

1- Pengobatan yang dilakukan melalui hidung atau telinga.

2- Muntah dengan sengaja.

3- Air secara tidak sengaja turun ke tenggorokan saat berkumur.

4- Ejakulasi karena kontak dengan seorang wanita.

5- Menelan hal yang tidak biasa dimakan, seperti tongkat atau sepotong besi.

6- Merokok.

7- Setelah makan atau minum dengan karena lupa, seseorang menganggap puasanya batal dan dengan demikian terus makan dengan sengaja.

8- Makan setelah Sahur/Fajar Shadiq (waktu mulai puasa sebelum shalat Subuh) dengan menganggap itu sebelum Sahur/Fajar Shadiq.

9- Berbuka puasa/iftar (waktu berbuka puasa setelah shalat Maghrib) sebelum matahari terbenam dengan menganggap itu setelah matahari terbenam.



BULAN KEBERKAHAN ALLAH:

Bulan Ramadhan adalah kesempatan yang diberikan oleh Yang Maha Pencipta dan Maha Pemurah kepada para hamba-Nya untuk mendekati-Nya, memohon ampunan atas dosa-dosa mereka, dan memenuhi kebutuhan mereka. Allah berfirman dalam Quran:

"... dan laki-laki dan perempuan yang berpuasa, ... Allah telah mempersiapkan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” 

(Surah Al-Ahzab, 33:35)


Semua dosa di masa lalu dari orang yang berpuasa akan diampuni:

Diriwayatkan oleh Abu Huraira (RA) bahwa Nabi Muhammad (SAW) mengatakan:

“Siapa pun yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, dosa masa lalunya akan diampuni”

(Sahih Bukhari: 38)


Gerbang Surga dibuka:

Diriwayatkan oleh Abu Huraira (RA) bahwa Rasulullah (SAW) mengatakan:

"Ketika bulan Ramadhan dimulai, gerbang surga dibuka dan gerbang neraka ditutup dan iblis dirantai."

(Sahih Bukhari: 1899)


Pahala dari semua perbuatan baik ditingkatkan tujuh puluh kali lipat:

Salman Farsi (RA) mengatakan bahwa pada hari terakhir Syaban, Rasulullah (SAW) berbicara kepada kami dan berkata:

‘Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah. Siapa yang mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan (pada bulan itu), seolah-olah ia mengerjakan satu perbuatan wajib pada bulan lainnya. Siapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib pada bulan yang lain, ia seolah-olah mengerjakan tujuh puluh kebaikan di bulan lainnya.’

(Sahih Ibn Khuzaymah, Hadith No. 1887)  


MEMAKSIMALKAN RAMADHAN:

Seseorang dapat memaksimalkan Ramadhan dengan melakukan amalan baik berikut:


Membaca Quran:



Ramadhan juga disebut sebagai bulan Al-Quran sehingga kita harus membaca Al Quran selama sebulan penuh. Shalat Tarawih adalah salah satu cara umat Islam menyelesaikan membaca Al-Qur'an yang dilakukan di masjid-masjid. Merupakan hal mustahab (suatu tindakan yang mendapat pahala, tetapi yang tidak mengerjakannya tidak dihukum) bagi Muslim untuk membaca Qur'an selama Ramadhan dan berusaha untuk mengkhatamkannya, tetapi itu tidak wajib. Beberapa Muslim melakukannya dengan menyelesaikan satu (1) Juz setiap hari selama 30 Hari Ramadhan.

Berikut ini adalah kumpulan dari beberapa ayat dalam Quran tentang Ramadhan.


Menemukan Lailatul Qadar:



Lailat ul Qadr, juga disebut 'Malam Kemuliaan’ adalah salah satu malam paling didambakan pada Tahun Islam. Tidak dijelaskan malam mana yang merupakan malam Lailatul Qadar. Namun, menurut ajaran otentik Nabi Muhammad (SAW), umat Islam disarankan untuk menghabiskan malam Ramadhan ke-21, 23, 25, 27 dan 29 dengan beribadah dan melakukan amalan baik untuk memastikan bertemu dengan Lailatul Qadar.


Melaksanakan Itikaf:


Itikaf berarti berada di dalam Masjid atau di rumah dengan tujuan semata-mata mendedikasikan waktu untuk beribadah kepada Allah (SWT). Merupakan Sunah-Al-Muaqidah (Sunah yang sangat dianjurkan) untuk duduk itikaf dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Seseorang dapat memulai Itikaf setelah matahari terbenam tanggal 20 Ramadhan, dan mengakhirinya ketika bulan untuk Idul Fitri terlihat. Sunah tetap sama jika bulan Ramadhan terdiri dari 29 hari maupun 30 hari.


Diceritakan oleh Aisyah (RA):

"Nabi (SAW) senantiasa beri'tikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliaupun beritikaf seperti itu sepeninggal beliau."

(Sahih Bukhari: 2026)


Melaksanakan Shalat Malam (Tarawih):


Tarawih adalah shalat tambahan yang dilakukan beberapa komunitas muslim di malam hari setelah Shalat Isya selama Ramadhan. Secara tradisional, seorang Hafiz (penghafal) Al-Quran memimpin sholat. Dia membaca Quran dalam porsi kecil, dalam urutan yang tepat, setiap malam dan menyelesaikan pembacaan seluruh Quran sebelum akhir bulan Ramadhan. Setiap Muslim yang menghadiri sholat semacam itu secara teratur mendapat kesempatan mendengarkan seluruh Quran dalam sebulan.


Membayar Zakat:



Zakat adalah salah satu Rukun Islam, dan beramal menjadi lebih penting selama bulan Ramadhan. Ini adalah cara untuk memurnikan kekayaan Anda atas kehendak Allah dan dibayarkan untuk aset yang dimiliki lebih dari satu tahun lunar. Zakat yang terkumpul harus diberikan kepada orang yang kurang mampu dan berhak.

Anda dapat menghitung zakat tahun ini dengan menggunakan Kalkulator Zakat IslamicFinder.


Pada bulan Ramadhan, semua amalan baik memiliki pahala lebih dari pada bulan-bulan lainnya. Inilah sebabnya mengapa banyak orang memilih berzakat (sadaqah) kepada orang yang kurang mampu di bulan ini.



Pastikan selama berpuasa:

1- Tetap berpuasa selama Ramadhan dengan niat hanya untuk mencari pahala dari Allah.

2- Laksanakan shalat lima waktu dengan tepat waktu dengan berjamaah.

3- Memberikan makanan kepada orang-orang yang berpuasa (berbuka) dan juga banyak beramal.

4- Jika memungkinkan, lakukan umrah selama bulan Ramadhan karena pahalanya sama dengan berhaji. (Tirmidhi: 939)

5- Lindungi diri Anda dari melakukan perbuatan buruk seperti berbohong, mengutuk, bergibah dan memfitnah dll.

6- Meningkatkan zikir kepada Allah, memohon ampunan, meminta surga dan perlindungan dari neraka.

7- Melaksanakan lebih banyak shalat sunah (Nawafil). Meningkatkan doa bagi diri sendiri, orang tua, anak-anak, dan umat muslim.


Ramadhan merupakan bulan ibadah dan kontemplasi. Setiap Muslim harus mempersiapkan diri mereka untuk menerima berkah rahmat dari Allah selama bulan ini dengan berdiri dalam shalat, meminta pengampunan Allah, beribadah dengan iman yang tulus dan mengharapkan pahala Allah (di kedua dunia).

Disini Anda juga dapat menemukan  halaman fitur Ramadhan kami.


Untuk panduan lengkap silahkan kunjungi: Ramadhan 2020 

Kalender Ramadhan 2020

Contact Us

Thanks for reaching out. We'll get back to you soon.

Kebijakan privasi baru kami

We have updated our privacy policies according to CCPA and GDPR rules and regulations for Californian and EU citizens respectively. If you continue using our website, then you have agreed to our Terms of Use and Privacy Policy.

 Atau  Info Lebih Lanjut

Improve your location’s accuracy

Sometimes we might have trouble finding where you are located. Having your current location will help us to get you more accurate prayer times and nearby Islamic places. Here are some things you can do to help fix the problem.

  1. In the top right, click More
  2. Click Settings and then Show advanced settings.
  3. In the "Privacy" section, click Content settings.
    1. In the dialog that appears, scroll down to the "Location" section. Select one of these permissions:
    2. Allow all sites to track your physical location: Select this option to let all sites automatically see your location.
    3. Ask when a site tries to track your physical location: Select this option if you want Google Chrome to alert you whenever a site wants to see your location.
    4. Do not allow any site to track your physical location: Select this option if don't want any sites to see your location.
  4. Click Done.
  1. Open System Preferences and then Security & Privacy Preferences and then Privacy and then Location Services.
  2. To allow for changes, click the lock in the bottom left.
  3. Check "Enable Location Services."
  1. Turn on location
    1. On your phone or tablet, open the Settings app.
    2. Tap Location.
    3. At the top, switch location on.
    4. Tap Mode and then High accuracy.
    If you still get an error when you open IslamicFinder, follow the step 2.
  2. Open Chrome
    1. In the top right, tap More
    2. Tap Settings.
    3. Under "Advanced", tap Site Settings
    4. Tap Location. If you see a toggle, make sure it turned on and blue.
      1. If you see "Location access is turned off for this device," tap the blue words > on the next Settings screen, tap the toggle to turn on location access.
      2. If you see "blocked" under "Location," tap Blocked > tap IslamicFinder > Clear & reset.
    5. Open IslamicFinder in your mobile browser and refresh the web page
    If you're using a browser other than Chrome, visit your browser's help center by visiting their website.
  1. Turn on location
    1. Open Settings app.
    2. Tap Privacy > Location Services > Safari Websites.
    3. Under "Allow Location Access," tap While Using the app.
  2. Give current location access on your browser
      Safari
    1. Open settings app.
    2. Tap General > Reset.
    3. Tap Reset Location & Privacy.
    4. If prompted, enter your passcode.
    5. You will see a message that says "This will reset your location and privacy settings to factory defaults." Tap Reset Settings.
    6. Open Safari
    7. Go to IslamicFinder
    8. To give Safari access to your location, tap Allow or OK
    9. To give IslamicFinder access to your location, tap OK
  3. If you are using a browser other than Safari, visit your browser's help center by visiting their website.