Pengecualian

Kami berusaha untuk memverifikasi semua informasi dalam IslamicFInder.org Jika Kamu menemukan konten yang tidak pantas (atau tautan yang mengarah pada konten yang tidak patut), maka silakan  hubungi kami.

LOKASI

Silahkan masukkan nama lokasi saat ini
Silahkan masukkan nilai garis lintang dan garis bujur yang benar
Silahkan pilih zona waktu
Silahkan pilih tanggal mulai penghematan cahaya siang (waktu musim panas)
Silahkan pilih tanggal selesai penghematan cahaya siang (waktu musim panas)
PERHITUNGAN SHOLAT

for faster experience and daily updates

×

for faster experience and daily updates

×

Isra’ Mi’raj 2019

Isra’ Mi’raj 2019

163 Hari lagi

Isra’ Mi’raj atau Lailatul Mi’raj ialah malam perayaan ketika Rasululloh (SAW) naik ke surga.

 

Isra’ Mi’raj secara harfiah diterjemahkan sebagai Malam Pendakian. Ini merujuk kepada peristiwa Isra’ dan Mi’raj ketika Nabi Muhammad (SAW) dibawa ke surga dari Masjidil Haram di Mekkah.

 

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha, yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Surat Al-Isra’:1)

 

Isra’ Mi’raj atau Perjalanan Malam memiliki makna yang sangat penting dalam Islam. Malam tersebut adalah malam ketika Rasululloh (SAW) dibawa ke surga dan mengalami beberapa keajaiban di sepanjang perjalanannya.

 

Malam dimulai ketika Malaikat Jibril mendatangi Rasululloh (SAW). Suatu malam ketika Nabi Muhammad (SAW) sedang tertidur di Kabah, Malaikat Jibril muncul dan membersihkan hati dan perut beliau dengan Zam Zam. Kemudian ia membawa Nabi Muhammad (SAW) dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjid Al Aqsha di Yerusalem. Moda transportasi yang digunakan untuk perjalanan tengah malam ini adalah Burraq, seekor binatang yang menyerupai keledai putih. Sesampainya di Masjid Al Aqsha, Nabi Muhammad (SAW) menyadari bahwa semua nabi-nabi lain, sebelum beliau, sudah hadir disana. Di sinilah Nabi Muhammad (SAW) memimpin sholat seluruh nabi.

 

Selanjutnya, Malaikat Jibril membawanya ke surga. Di setiap tingkat, beliau bertemu para nabi dan menyapa mereka. Pada tingkat paling atas, beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim (AS) yang sedang bersandar di pohon Lote.

Belajar tentang Isra’ Mi’raj dalam Quran


“Sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.  Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (
Surat An-Najm:7-18)

 

Pohon Lote mengacu pada Sidratil Muntaha yang merupakan pohon lote dalam Surga Jannah yang menandakan akhir dari langit ketujuh. Tidak ada yang bisa menyeberang titik ini. Nabi Muhammad (SAW) adalah satu-satunya yang diperbolehkan. Bahkan Malaikat Jibril tidak menemani beliau melewati titik ini.

 

Allah (SWT) menyatakan kepada Nabi Muhammad (SAW) bahwa semua Muslim harus sholat sebanyak 50 kali sehari. Ketika Nabi Muhammad (SAW) akan kembali, Musa (AS) mengatakan kepadanya bahwa 50 sholat terlalu banyak, sehingga Nabi Muhammad (SAW) memohon kepada Allah (SWT) untuk mengurangi jumlah sholat tersebut. Allah (SWT) mengurangi jumlah sholat wajib menjadi 45 tetapi Musa (AS) masih menganggapnya terlalu banyak sehingga akhirnya permohonan pada Nabi Muhammad (SAW) dikabulkan dan Allah (SWT) mengurangi jumlah sholat menjadi 5.


Pada perjalanan inilah sholat wajib 5 waktu (dalam sehari) diwajibkan bagi semua Muslim.

 

Ketika Nabi Muhammad (SAW) kembali dari Mi’raj dan menceritakan seluruh peristiwa tersebut kepada orang-orang, banyak dari mereka mengejek beliau dan mengatakan bahwa beliau sedang berbohong. Lalu beliau menggambarkan Masjid Al-Aqsha kepada orang-orang tersebut, cerita beliau diperkuat (dibenarkan) oleh para pelancong yang sudah pernah ke kota Yerusalem. Dengan demikian ini membuktikan bahwa Nabi Muhammad (SAW) berkata jujur, seperti biasanya.

 

Meskipun perjalanan ini memiliki makna keagamaan dalam Islam, Rasululloh SAW tidak pernah merayakannya dan beliau juga tidak pernah menyuruh umatnya untuk merayakannya.

Our New Privacy Policy

We have updated our privacy policies according to GDPR rules and regulations for EU citizens. If you continue using our website, then you have agreed to our policy.

 or  More Info

Improve your location’s accuracy

Sometimes we might have trouble finding where you are located. Having your current location will help us to get you more accurate prayer times and nearby Islamic places. Here are some things you can do to help fix the problem.

  1. In the top right, click More
  2. Click Settings and then Show advanced settings.
  3. In the "Privacy" section, click Content settings.
    1. In the dialog that appears, scroll down to the "Location" section. Select one of these permissions:
    2. Allow all sites to track your physical location: Select this option to let all sites automatically see your location.
    3. Ask when a site tries to track your physical location: Select this option if you want Google Chrome to alert you whenever a site wants to see your location.
    4. Do not allow any site to track your physical location: Select this option if don't want any sites to see your location.
  4. Click Done.
  1. Open System Preferences and then Security & Privacy Preferences and then Privacy and then Location Services.
  2. To allow for changes, click the lock in the bottom left.
  3. Check "Enable Location Services."
  1. Turn on location
    1. On your phone or tablet, open the Settings app.
    2. Tap Location.
    3. At the top, switch location on.
    4. Tap Mode and then High accuracy.
    If you still get an error when you open IslamicFinder, follow the step 2.
  2. Open Chrome
    1. In the top right, tap More
    2. Tap Settings.
    3. Under "Advanced", tap Site Settings
    4. Tap Location. If you see a toggle, make sure it turned on and blue.
      1. If you see "Location access is turned off for this device," tap the blue words > on the next Settings screen, tap the toggle to turn on location access.
      2. If you see "blocked" under "Location," tap Blocked > tap IslamicFinder > Clear & reset.
    5. Open IslamicFinder in your mobile browser and refresh the web page
    If you're using a browser other than Chrome, visit your browser's help center by visiting their website.
  1. Turn on location
    1. Open Settings app.
    2. Tap Privacy > Location Services > Safari Websites.
    3. Under "Allow Location Access," tap While Using the app.
  2. Give current location access on your browser
      Safari
    1. Open settings app.
    2. Tap General > Reset.
    3. Tap Reset Location & Privacy.
    4. If prompted, enter your passcode.
    5. You will see a message that says "This will reset your location and privacy settings to factory defaults." Tap Reset Settings.
    6. Open Safari
    7. Go to IslamicFinder
    8. To give Safari access to your location, tap Allow or OK
    9. To give IslamicFinder access to your location, tap OK
  3. If you are using a browser other than Safari, visit your browser's help center by visiting their website.